Recent Comments

Tahukah Anda

Pages (10)123456 ►

Toturial

Pages (10)123456 ►

Kejadian Aneh

Tampilkan postingan dengan label gaul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaul. Tampilkan semua postingan

ciri ciri wanita yang tidak perawan

1. DILIHAT DARI ( DADA )
    ciri wanita yang sudah tidak perawan bisa dilihat dari dadanya tapi ini hanya untuk yang berani karena harus dengan meraba dadanya kita bisa mengetahui kalu dia perawan atau tidak, kalau dada itu terasa / terlihat ada n berasa kenyal maka dia perawan tetapi apabila diraba dadanya berbulu dan tidak kenyal maka dia tidak perawan tetapi perjaka

2. DILIHAT DARI ( LEHER )
    wanita yang tidak perawan bisa dilihat dari lehernya : apabila leher wanita itu terlihat mulus maka wanita itu perawan tapi sebaliknya apabila leher wanita itu menonjol maka dia tidak perawan tetapi dia perjaka lagi

3. DILIHAT DARI (  PERUT )
    dilihat dari perut juga bisa mengetahui bahwa wanita tidak perawan lagi : apabila perut wanita itu bagus tidak ada tonjolan maka wanita itu masih perawan tetapi bila perut wanita itu menonjol berarti dia sudah hamil dan tidak perawan lagi

4. DILIHAT DARI ( JARI - JARI )
     coba perhatikan jari wanita yang anda curigai apabila jari wanita itu ada cincin kawin maka wanita itu tidak perawan lagi

5. DILIHAT DARI BAWAH DAN ATAS ( MULUT )
    apabila disekitar bawah atau atas mulut seorang wanita terlihat mulus berarti wanita itu perawan tetapi apabila tumbuh bulu berarti wanita itu perjaka

peraturan pertandingan ipsi

PERATURAN PERTANDINGAN

Pasal 1
Pengertian setiap kategori :
1.    Kategori TANDING adalah :
Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari kubu yang berbeda. Keduanya saling berhadapan menggunakan unsur pembelaan dan serangan yaitu menangkis / mengelak / mengena / menyerang pada sasaran dan menjatuhkan lawan; menggunakan taktik dan teknik bertanding, ketahanan stamina dan semangat juang, menggunakan kaidah dan pola langkah yang memanfaatkan kekayaan teknik jurus, mendapatkan nilai terbanyak.
2.    Kategori TUNGGAL adalah :
Kategori pertandingan Pencak Silat yang menamplkan seorang Pesilat memperagakan kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku secara benar, tepat dan mantap, penuh penjiwaan, dengan tangan kosong dan berenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini.
3.    Kategori GANDA adalah :
Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari kubu yang sama, memperagakan kemahiran dan kekayaan teknik jurus serang bela Pencak Silat yang dimiliki. Gerakan serang bela ditampilkan secara terencana, efektif, estetis, mantap dan logis dalam sejumlah rangkaian seri yang teratur, baik bertenaga dan cepat maupun dalam gerakan lambat penuh penjiwaan dengan tangan kosong dan dilanjutkan dengan bersenjata, serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini.
4.    Kategori REGU adalah :
Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 3 (tiga) orang Pesilat dari kubu yang sama mempergerakkan kemahirannya dalam Jurus Regu Baku secara benar, tepat, mantap, penuh penjiwaan dan kompak dengan tangan kosong serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini.
Pasal 2
Penggolongan pertandingan dan ketentuan tentang umur serta berat badan :
1.    Penggolongan pertandingan Pencak Silat menurut umur dan jantina untuk semua kategori terdiri atas :
Pertandingan Golongan USIA DINI untuk Putra dan Putri, berumur diatas 9 tahun sampai dengan 12 tahun.
Pertandingan Golongan PRA REMAJA untuk Putra dan Putri, berumur diatas 12 tahun dampai dengan 14 tahun.
Pertandingan Golongan REMAJA untuk Putra dan Putri, berumur diatas 14 tahun sampai dengan 17 tahun.
Pertandingan Golongan DEWASA untuk Putra dan Putri, berumur diatas 17 tahun sampai dengan 35 tahun.
2.    Kebenaran tentang umur pesilat yang mengikuti pertandingan dibuktikan dengan Akte Kelahiran / Ijazah / paspor.
3.    Umur pesilat harus sesuai dengan penggolongan umur peserta (Usia Dini atau Pra Remaja atau Remaja atau Dewasa) dengan berpedoman kepada umur yang bersangkutan pada waktu tanggal / hari pertama pertandingan dimulai, artinya:
Pesilat pada tanggal / hari pertama pertandingan dilaksanakan berumur tepat pada batas ketentuan umur minimal atau maksimal dari golongan yang diikuti. Umur yang menyalahi mengakibatkan pesilat dikenakan diskualifikasi dari pertandingan.
4.    Pembagian kelas menurut berat badan hanya berlaku untuk kategori TANDING yang dilakukan dengan penimbangan badan.
Penimbangan pertama :
Penimbangan pertama dilakukan sekurang-kurangnya 6 (enam) jam sebalum dimulainya pertandingan pertama dalam satu kejuaraan. Pada waktu penimbangan, pesilat hanya mengenakan pakaian Pencak Silat yang kering tanpa sabuk, pelindung kemaluan dan pelindung sendi.
Pada dasarnya penimbangan pertama dilaksanakan untuk menentukan kelas, dan oleh karenanya tidak ada diskualifikasi pada waktu penimbangan pertama. Bila berat badan pesilat melebihi atau kurang dari ketentuan berat kelas yang diikutinya, pesilat yang bersangkutan diberi waktu 1 (satu) jam untuk menyesuaikan berat badannya Penimbangan kedua kalinya harus tetap dalam pekaian yang kering.
Pesilat yang karena alasan yang sah tidak dapat memenuhi persyaratan penimbangan pertama, tetapi telah memenuhi persyaratan pendaftaran, dapat diikutkan dalam undian dan masuk dalam jadwal pertandingan, tetap dapat mengikuti pertandingan bila memenuhi ketentuan dalam penimbangan ulang.
Penimbangan ulang
Penimbangan ulang dilakukan ± 15 (lima belas) menit sebelum pesilat yang bersangkutan mengikuti pertandingan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Untuk timbangan ulang, pesilat putra / putri harus berpakaian Pencak Silat yang kering tanpa sabuk, pelindung kemaluan dan pelindung sendi untuk semua kelas. Pesilat yang tidak dapat memenuhi ketentuan berat badan dalam penimbangan ulang menurut kelas yang diikutinya, dikenakan sanksi diskualifikasi. Penimbangan harus disaksikan oleh petugas penimbangan dan atau anggota Wasit Juri yang ditugaskan untuk itu, serta oleh kedua offcial tim Petugas penimbangan dan kedua official tim harus menandatangani formulir berat badan penimbangan ulang yang telah disediakan oleh Panitia Pelaksana.
5.    Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan Kesehatan diharuskan kepada seluruh Pesilat Tanding dan T,G,R. Dilakukan sekurang-kurangnya 6 (enam) jam sebelum dimulainya pertandingan pertama dalam satu Kejuaraan. Pesilat yang karena alasan yang sah tidak dapat mengikuti Pemeriksaan Kehesatan, tetapi telah memenuhi persyaratan pendaftaran, dapat diikutkan dalam undian dan masuk dalam jadwal pertandingan, tetap dapat mengikuti pertandingan bila telah melakukan Pemeriksaan Kesehatan sebelum pertandingan.
Pasal 3
Kategori dan kelas pertandingan Usia Dini
Kategori dan kelas pertandingan untuk Usia Dini :
1.    TANDING terdiri atas :
Tanding Putra / Putri :
1.1.    Kelas A         26 Kg s/d 27 Kg
1.2.    Kelas B     diatas     27 Kg s/d 28 Kg
1.3.    Kelas C     diatas     28 Kg s/d 29 Kg
1.4.    Kelas D     diatas     29 Kg s/d 30 Kg
1.5.    Kelas E     diatas     30 Kg s/d 31 Kg
1.6.    Kelas F     diatas     31 Kg s/d 32 Kg
1.7.    Kelas G     diatas     32 Kg s/d 33 Kg
Demikian seterusnya dengan selisih 1 (satu) Kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk PUTRA dan 8 kelas untuk PUTRI
2.    TUNGGAL terdiri atas :
2.1.    Tunggal Putra
2.2.    Tunggal Putri
3.    GANDA terdiri atas :
3.1.    Ganda Putra
3.2.    Ganda Putri
4.    REGU terdiri atas :
4.1.    Regu Putra
4.2.    Regu Putri
5.    Seluruh kategori Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas, golongan dan jantinannya.
Pasal 4
Kategori dan kelas pertandingan Pra Remaja
Kategori dan kelas pertandingan untuk Pra Remaja:
1.    TANDING terdiri atas :
Tanding Putra / Putri :
1.1.    Kelas A         28 Kg s/d 30 Kg
1.2.    Kelas B     diatas     30 Kg s/d 32 Kg
1.3.    Kelas C     diatas     32 Kg s/d 34 Kg
1.4.    Kelas D     diatas     34 Kg s/d 36 Kg
1.5.    Kelas E     diatas     36 Kg s/d 38 Kg
1.6.    Kelas F     diatas     38 Kg s/d 40 Kg
1.7.    Kelas G     diatas     40 Kg s/d 42 Kg
1.8.    Kelas H     diatas     42 Kg s/d 44 Kg
1.9.    Kelas I     diatas     44 Kg s/d 46 Kg
Demikian seterusnya dengan selisih 2 (dua) Kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk PUTRA dan 8 kelas untuk PUTRI
2.    TUNGGAL, GANDA dan REGU seperti pembagian kelas untuk Usia Dini dengan penyesuaian pada umur peserta.
3.    Seluruh kategori Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas, golongan dan jantinannya.
Pasal 5
Kategori dan kelas pertandingan Remaja
Kategori dan kelas pertandingan untuk Remaja:
1.    TANDING terdiri atas :
Tanding Putra / Putri :
1.1.    Kelas A         39 Kg s/d 42 Kg
1.2.    Kelas B     diatas     42 Kg s/d 45 Kg
1.3.    Kelas C     diatas     45 Kg s/d 48 Kg
1.4.    Kelas D     diatas     48 Kg s/d 51 Kg
1.5.    Kelas E     diatas     51 Kg s/d 54 Kg
1.6.    Kelas F     diatas     54 Kg s/d 57 Kg
1.7.    Kelas G     diatas     57 Kg s/d 60 Kg
1.8.    Kelas H     diatas     60 Kg s/d 63 Kg
1.9.    Kelas I     diatas     63 Kg s/d 66 Kg
Demikian seterusnya dengan selisih 2 (tiga) Kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk PUTRA dan 8 kelas untuk PUTRI.
2.    TUNGGAL, GANDA dan REGU seperti pembagian kelas untuk Usia Dini dengan penyesuaian pada umur peserta.
3.    Seluruh kategori Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas, golongan dan jantinannya.
Pasal 6
Kategori dan kelas pertandingan Dewasa
Kategori dan kelas pertandingan untuk Dewasa :
1.    TANDING terdiri atas :
Tanding Putra :
1.1.    Kelas A         45 Kg s/d 50 Kg
1.2.    Kelas B     diatas     50 Kg s/d 55 Kg
1.3.    Kelas C     diatas     55 Kg s/d 60 Kg
1.4.    Kelas D     diatas     60 Kg s/d 65 Kg
1.5.    Kelas E     diatas     65 Kg s/d 70 Kg
1.6.    Kelas F     diatas     70 Kg s/d 75 Kg
1.7.    Kelas G     diatas     75 Kg s/d 80 Kg
1.8.    Kelas H     diatas     80 Kg s/d 85 Kg
1.9.    Kelas I     diatas     85 Kg s/d 90 Kg
1.10.    Kelas J     diatas     90 Kg s/d 95 Kg
1.11.    Kelas Bebas diatas     95 Kg s/d 110 Kg
(Khusus untuk pertandingan ”single event”)
Tanding Putri
1.1.    Kelas A         45 Kg s/d 50 Kg
1.2.    Kelas B     diatas     50 Kg s/d 55 Kg
1.3.    Kelas C     diatas     55 Kg s/d 60 Kg
1.4.    Kelas D     diatas     60 Kg s/d 65 Kg
1.5.    Kelas E     diatas     65 Kg s/d 70 Kg
1.6.    Kelas F     diatas     70 Kg s/d 75 Kg
1.7.    Kelas G     diatas     75 Kg s/d 80 Kg
(Khusus untuk pertandingan ”single event”)
2.    TUNGGAL, GANDA dan REGU seperti pembagian kelas untuk Usia Dini dengan penyesuaian pada umur peserta.
3.    Seluruh kategori Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas, golongan dan jantinannya.
Pasal 7
Perlengkapan gelanggang dan pertandingan
1.    Gelanggang
Gelanggang dapat dilantai dan dilapisi matras dengan tebal maksimal 5 (lima) cm, permukaan rata dan tidak memantul, boleh ditutup dengan alas yang tidak licin, berukuran 10 m x 10 m dengan warna dasar hijau terang dan garis berwarna putih sesuai dengan keperluaanya, disediakan oleh Komiti Pelaksana dengan penjelasan sebagai berikut :
Untuk kategori TANDING mengikuti ketentuan sebagai berikut :
Gelanggang pertandingan terdiri dari :
Bidang gelanggang :
Berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran : 10m x 10m.
Bidang tanding :
Berbentuk lingkaran dalam bidang gelanggang dengan garis tengah 8 m.
Batas gelanggang dan bidang tanding :
Dibuat dengan garis putih selebar ± 5 cm ke arah luar.
Pada tengah-tengah bidang tanding dibuat lingkaran dengan garis tengah 3 m, lebar garis 5 cm berwarna putih sebagai batas pemisah sesaat akan dimulai pertandingan.
Sudut pesilat adalah ruang pada sudut bujur sangkar gelanggang yang berhadapan yang dibatasi oleh bidang tanding terdiri atas :
a.    Sudut berwarna biru yang berada disebelah ujung kanan meja Ketua Pertandingan
b.    Sudut berwarna merah yang berada diarah diagonal sudut biru
c.    Sudut berwarna putih yaitu kedua sudut lainnya sebagai sudut netral.
Untuk kategori TUNGGAL, GANDA dan REGU mengikuti ketentuan sebagai berikut :
Gelanggang penampilan untuk ketiga kategori tersebut adalah bidang gelanggang dengan ukuran 10 m x 10 m.
2.    Perlengkapan Gelanggang.
Perlengkapan gelanggang yang wajib disediakan oleh Komiti Pelaksana terdiri dari :
o    Meja dan kursi pertandingan
o    Meja dan kursi Wasit Juri
o    Formulir pertandingan dan alat tulis menulis
o    Jam pertandingan, gong (alat lainnya yang sejenis) dan bel
o    Lampu babak atau alat lainnya untuk menentukan babak
o    Lampu isyarat berwarna merah, biru dan kuning untuk memberikan isyarat yang diperlukan sesuai dengan proses pertandingan yang berlangsung
o    Bendera kecil warna merah dan biru, bertangkai, masing-masing dengan ukuran 30 cm x 30 cm untuk Juri Tanding dan bendera dengan ukuran yang sama warna kuning untuk Pengamat Waktu
o    Papan informasi cacatan waktu peragaan pesilaat kategori Tunggal, Ganda dan Regu
o    Tempat Senjata
o    Papan nilai
o    Timbangan. Alat timbang pada saat timbang awal harus sama dengan alat timbang pada saat timbang ulang. Alat timbang yang dipergunakan adalah alat timbang yang sudah ditera dan dinyatakan sah oleh Delegasi Teknik
o    Perlengkapan pengeras suara (sound system)
o    Ember dan gelas plastik, kain pel, kesat / keset kaki
o    Alat perekam suara / gambar, operator dan perlengkapannya (alat ini tidak merupakan alat bukti yang sah dalam menentukan kemenangan)
o    Papan nama : Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri, Sekretaris Pertandingan, Pengamat Waktu, Dokter Pertandingan, Juri sesuai dengan urutannya (I s/d V). Bila diperlukan istilah tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa lain yang dituliskan di bagian bawah Scoring Board Digital
o    Perlengkapan lain yang diperlukan antara lain, dalam keadaan tertentu (penonton terlalu ramai dan suara Wasit tidak dapat didengar oleh Pesilat) maka Wasit dapat menggunakan pengeras suara / pembesar suara (wireless)

tebak tebakan ala tergaul

iseng iseng ni tebak tebakan sama teman teman

di buka sesuatu ada bulu
di buka bulu ada sesuatu yang lonjong
di buka lonjong ada baji apa kah itu

ayu ayu  pikiran kawan kawan pasti ngeresni

okeyyy brayyy jawabannya adalah... ( jagung )

kuliat buahnya warna hijau dalemnya warna merah
dimakan masih warna hijau
dimuntahkan warna hitam

apakah itu >> ( buah semangka )

silahkan coment kita tebak tebakan

Asal-usul dan Arti Bahasa Gaul dan Alay

Bahasa gaul sebenarnya sudah ada sejak 1970-an. Awalnya istilah-istilah dalam bahasa gaul itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Tapi karena sering juga digunakan di luar komunitasnya, lama-lama istilah-istilah tersebut jadi bahasa sehari-hari.

Belakangan ini bahasa gaul tidak bisa lepas dari cara bicara, khususnya kalangan anak muda tanpa panjang lebar berikut arti dan asal-usul bahasa gaul yang sekaligus membuat anak muda menjadi ALAY...



GUE
Adalah bahasa “resmi” yang kini banyak digunakan oleh kebanyakan orang (terutama orang dari Suku Betawi) untuk menyebut “Saya/Aku”. Kata ini merupakan bahasa Betawi yang telah digunakan secara luas, jauh sebelum bahasa prokem dikenal orang. 

LO / LU
Sama seperti “Gue” kata ini pun sudah digunakan digunakan oleh Suku Betawi sejak bertahun-tahun lalu dan menjadi kata untuk menyebut “Anda/Kamu”.
http://poerwalaksana.blogspot.com/2012/08/istilah-istilah-gaul-dan-asal-muasalnya.html
ALAY
Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
LOL
Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM, FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak”.
LEBAY
Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun 2006an.
KAMSEUPAY, IUH,  JADI GW HARUS BILANG WOW GITU, RAKYAT JELATA
Kata ini berasal dari sinetron Putih Abu-Abu
DOUBLE WOW,BADAI,
Kata ini berasal dari sinetron Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu
GARING
Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa kota besar di luar Jawa Barat.
SECARA
Kata ini sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna “Adalah”. Namun kata ini menjadi populer di tahun 2006an di kalangan siswa-siswi SMU yang menggunakan kata ini sebagai kata ganti “Karena/Soalnya”. Sesekali pula digunakan sebagai sisipan tanpa makna (hanya sebagai penekanan pada kalimat yang mereka katakan). Contoh pemakaiannya:
a. Gua gak bisa ke rumah lo neh hari ini, secara bokap gue lagi sakit.
b. Ya… gimana dong? Secara gue ini kan gaul…
KAMSEUPAY, IUH,  JADI GW HARUS BILANG WOW GITU, RAKYAT JELATA
Kata ini berasal dari sinetron Putih Abu-Abu
DOUBLE WOW,BADAI,
Kata ini berasal dari sinetron Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu
GANDENG
Kata ini pun merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “berisik”.
AKIKA
Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.
Memble dan Kece.
Ini adalah ciptaan khas Jaja Mihardja, di tahun 1986 kemudian dimainkan dalam Film “Memble Tapi Kece” yang diperankan oleh Jaja Mihardja sendiri dan Dorce Gamalama.
CUMI
Kata ini merupakan singkatan dari “Cuma Minjem”
Nih Yee…
Ucapan ini terkenal di tahun 1980-an, kalau tidak salah tepatnya November 1985 pertama kali diucapkan oleh pelawak Diran, kemudian dijadikan bahan lelucon oleh Euis Darliah.
KEPO
Berarti selalu ingin tau
UNYU_UNYU
Kata lain dari lucu
MENYE_MENYE
Berarti berlebihan
Booo……..
Ini ucapan populer di pertengahan awal 90-an, pertama dipopulerkan oleh grup GSP, kalau tidak salah Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan yang pertama kali mengucapkan, kemudian kata-kata ini pernah di ucapkan dalam lenong rumpi, tapi kata-kata ini populer dalam lingkungan pergaulan di kalangan artis, Titi DJ-lah orang benar-benar mempopulerkan ucapan ini.
Nek…
Setelah kata Boo… tak lama kemudian muncul kata-kata Nek… bagi generasi yang SMA-nya di pertengahan 90-an pasti mengalami bagaimana populernya kata-kata ini. Ucapan “Nek” pertama kali diucapkan oleh Budi Hartadi seorang remaja di kawasan kebayoran yang tinggal sama neneknya, makanya dia sering mengucapkan “Nek”, kebetulan dia latah jadinya setiap bicara dia mengatakan “Nek…Nek… eh lo mau ke menong Nek”.
Si Budi ini seneng bergaul di wilayah Tjokro, Menteng …nah kebetulan ada banci menteng yang denger, kemudian si banci itu mengikuti kata-kata si Budi, so… banyak banci bicara gaya Budi, jadi banyak orang mengira kata-kata ini dipopulerkan oleh para banci.
Jayus.
Di akhir dekade 90-an dan di awal abad 21, ucapan jayus sangat populer, kata ini artinya lawakan yang nggak lucu, garing atau tingkah laku yang mau melucu tapi nggak lucu, orang yang mengucapkan ini adalah kelompok anak SMU yang bergaul di sekitar Kemang.
Konon ada seseorang bernama Herman Setiabudhi, dia dipanggil teman-temannya Jayus, soalnya bapaknya bernama Jayus Kelana seorang pelukis di kawasan Blok M. Si Herman alias Jayus ini kalau ngelawak nggak pernah lucu, temannya yang bernama Sonny Hassan alias Oni Acan sering ngomentarin tiap lawakan yang nggak lucu dengan celetukan Jayus, ucapan Oni Acan inilah yang kemudian diikuti tongkrongannya di daerah Sajam, Kemang lalu kemudian merambat populer di lingkungan PL, dan anak-anak SMU sekitar Melawai. Puncaknya pas ada acara PL Fair 2000 kata-kata Jayus ini banyak di ucapkan.
Jaim
Ucapan jaim ini dipopulerkan oleh Bapak Drs. Sutoko Purwosasmito, seorang pejabat di sebuah departemen, yang selalu mengucapkan kepada anak buahnya untuk menjaga tingkah laku. pada suatu hari Pak Pur, begitu ia sering dipanggil, berpidato di hadapan anak buahnya untuk Jaim, inilah kutipan kata-katanya saudara-saudara sebagai pegawai negeri kita harus Jaim, apa itu Jaim Jaim itu yah…Jaga Imej itulah awal kata-kata Jaim itu populer, kemudian seorang anak buah Pak Pur, Bapak Dharmawan Sutanto, yang punya anak bernama Santi Indraswara, pernah memarahi Santi untuk tidak terlalu ngumbar sama teman-teman cowoknya San…kamu kalo jadi cewek harus Jaim..!!!!.
Santi bengong dengan muka begonya dia nanya Pa…Jaim itu apa seh..? Pak Dhar langsung keluar kamar Santi sembari ngomong Jaim itu Jaga Imej… Santi yang masih bengong hanya mengucapkan ooooh.
Nah hari seninnya Santi pas upacara bendera dia ditugaskan jadi pembaca UUD 1945, diakhir kata dia tidak sengaja mengucapkan “Jaim doooong…..”.  Kepala Sekolahnya langsung melihat kearah Santi dan bertanya ke Santi apa tuh Jaim Santi dengan santai menjawab Jaga Imej…Pak eh Kepala Sekolah dengan muka bego juga hanya mengucapkan Ooohh..
Gitu Loooooooooohhh……..
Kata GL pertama kali diucapin oleh Gina Natasha seorang remaja SMP di kawasan Kebayoran, Gina ini punya kakak bernama Ronny Baskara seorang pekerja event organizer, nah si Ronny ini punya teman kantor bernama Siska Utami, pada suatu saat Siska bertandang ke rumah Ronny, pas dia ketemu Gina, Siska nanya: “Kakakmu mana?” Gina menjawab : “di kamar, Gitu Loooohhh..!”, terus pas di tanya lagi “Eh Gina kelas berapa ! sekarang?” si Gina menjawab : “Kelas dua SMP Gitu looohhh..!” Yah namanya tamu, Siska trus nanya Gina: “kalau yang benerin genteng bocor siapa seh?”, Gina menjawab: “Siapa aja Gitu Looohhh…”, sampai sebelas pertanyaan selanjutnya  Gina menjawab dengan kata-kata Gitu Looohh…Esoknya Siska di kantor ikut-ikutan latah dia mengucapkan kata Gitu Loooohhh…di tiap akhir pembicaraannya kalau dia bicara.
Tambahan:
KOOL
Sekilas cara membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay.
BEGICHU/BEGICYU
Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir).
MENEKETEHE
Kata ini sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu” dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000an, di acara Extravaganza TransTV.
CING
Kata “cing” biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, “Mau ke mana, Cing?”
EMBER
Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.
YIUK….!!
Kata ini sempat populer di awal tahun 90an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Kata ini identik dengan panggilan kaum waria/bencong.
BONYOK
Kata ini merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua).
BISPAK
Merupakan singkatan dari kata “Bisa Pakai”.
SUTRALAH
Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata “Sudahlah”. Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria dan mulai populer di tahun 90an akhir.
SEMOK
Berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Montok”. Kata ini belakangan sering digunakan orang untuk menggambarkan wanita yang cantik dan seksi.
CENGLI
Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti “Bertindak Adil”.
WIL dan PIL
Merupakan singkatan dari Wanita Idaman Lain dan Pria Idaman Lain. Tidak jelas siapa yang mempopulerkan istilah ini, namun saya menemukan kata-kata ini sering digunakan dalam penulisan di majalah-majalah di era awal 2000an. Kedua kata itu biasa digunakan untuk menjelaskan wanita atau pria simpanan/selingkuhan.
AJIB
Artinya Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini mulai populer di tahun 90an tatkala musik trance dan narkoba jenis shabu-shabu baru mulai populer. Kata ini biasanya digunakan oleh para penikmat kedua hal itu.
ANJELO
Merupakan singkatan dari Antar Jemput Lonte. Dari informasi yang diperoleh, kata ini pertama kali digunakan sekitar tahun 2000an di daerah sekitar Bogor untuk menyebut Tukang Ojek yang menjadi langganan para penjaja cinta di sana.
JABLAY
Kata ini dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film Mendadak Dangdut (2006). Merupakan singkatan Jarang Dibelai yang mengandung arti lebih jauh sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan belaian kasih sayang kekasihnya.
BELAH DUREN
Berasal dari istilah yang digunakan dalam lagu dangdut berjudul sama yang dinyanyikan oleh Julia Perez, kata “Belah Duren” merupakan istilah yang ditujukan buat para pengantin muda yang menikmati malam pertama.
SEGEDE GAMBRENG
Kata “gambreng” berasal dari suitan anak-anak (hompimpah alaihum gambreng), yang menunjukkan siapa yang menang dalam suitan tersebut. Belakangan, sekitar tahun 2007an, kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang besar sekali (dan sulit diungkapkan dengan kata-kata).
SEGEDE GOBLOK
Mirip dengan ungkapan “Segede Gambreng”, kata “Segede Goblok” menunjukkan sesuatu yang besarnya luar biasa, dan sakin besarnya, jadi ga masuk akal. Gak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini, tapi diduga kata ini pernah diucapkan oleh beberapa MC di televisi (entah Indra Bekti, Iva Gunawan, atau Ruben Onsu).
JUTEK
Berasal dari kata yang sering digunakan oleh para PSK di awal tahun 2000an untuk menggambarkan pria yang sombong dan jarang tersenyum. Kata ini akhirnya menjadi kata umum yang digunakan untuk melukiskan orang yang menyebalkan, judes, galak, emosian, dan sombong.
BT/BETE
Merupakan singkatan dari Boring Total. Tadinya orang menduga kata ini dipopulerkan oleh Dwiq saat merilis lagu “Bete” sekitar tahun 2008. Padahal kata ini sudah lama digunakan oleh para mahasiswa yang bosan dengan program perkuliahan mereka. Kata ini mulai populer dan digunakan di awal tahun 2000an.
KAMSUD
Merupakan pembalikan konsonan kata “Maksud”. Kata ini mulai populer, terutama di kalangan para cewek di ruang chatting dunia maya.
KATROK
Orang kampung / orang desa. Kata ini dipopulerkan oleh Tukul Arwana saat membawakan acara Empat Mata sekitar tahun 2007an (kini berubah menjadi acara Bukan Empat Mata). Kata ini kemudian menjadi bahasa umum untuk menggambarkan orang yang kampungan/norak banget.
NGIIIKK
Ungkapan yang disampaikan seseorang untuk mengomentari, yang arti lainnya adalah : “Bohong Lu..!!”
GAYUS
Merupakan sebutan sindiran untuk orang yang gila uang dan berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara yang tidak halal. Ungkapan ini populer di awal tahun 2010 setelah seorang pejabat pajak negara bernama Gayus diciduk polisi lantaran ketahuan menilap uang negara sebesar Rp 67 milyar.
MOGE
Awalnya kata ini merupakan singkatan dari Motor Gede dan dipopulerkan oleh kelompok penyuka motor gede tahun 2008 silam. Namun belakangan, kata itu diplesetkan banyak orang menjadi Motor Gelo yang ditujukan pada orang-orag norak yang suka bikin rusuh, mau menang sendiri, dan bikin muak banyak orang.
BONEK
Singkatan dari kata Bondo Nekat yang berarti orang nekat yang gak bermodal apapun selain kemauan. Kata ini dipopulerkan oleh suporter Tim Sepakbola Persebaya Surabaya di tahun 90an dan menjadi sebutan “kebanggaan” mereka. Saat ini, kata ini juga digunakan untuk orang-orang nekat yang gak kenal rasa takut.
PRIKITIW
Adalah celutukan yang ditujukan pada pasangan yang tertangkap basah melakukan perselingkuhan. Adalah Sule, seorang komedian lokal, yang melontarkan celutukan nakal yang kini menjadi bahasa pergaulan itu.
CUMI
Merupakan singkatan yang mengandung banyak arti (tergantung CUMI yang dipakai adalah singkatan dari apa). Awalnya kata ini dipopulerkan oleh sebuah produk kartu telpon seluler di tahun 2008an, yang akhirnya berkembang menjadi bahasa gaul anak-anak remaja untuk menjelaskan kondisinya saat ini, seperti CUma MIkir, CUma MIScal, CUma MIrip, CUma MInjam, CUkup MIris, dan lain-lain.
KRIK
Dengan latar belakang suara jengkrik, mana kala seseorang bercanda namun tidak lucu. Pemakaiannya cukup sederhana, yaitu saat menanggapi komentar/ucapan seseorang, penulis tinggal menulis kata “Krik” berulang-ulang, menandakan bahwa penulis menganggap ucapan orang itu nggak lucu banget.

kisah dua anak alay yang baru punya HP

Aloy & Acong dua bersahabat baru saja merasakan punya HP seumur hidupnya. 


Aloy :  Cong, ngapain megangin pagar rumah aja ? 


Acong :  Iya nich loy, aku lagi mau ngisi pulsa... 


Aloy :  terus apa hubungannya ngisi pulsa sama megang pagar rumah ? Telpon aja operatornya pasti beres. 


Acong :  itu dia masalahnya, operator bilang suruh " tekan pagar ", tapi udah ditekan beberapa kali masih gak masuk pulsanya . jempol aku sampai lecet nich. 



Aloy :  ini sich belom seberapa coy, gua lebih gelo lagi dikerjain operator 


Acong :  emang kenapa ? 


Aloy :  Loe masih mending cuma disuruh mencet pager, lah gua disuruh "mencet bintang"  emang gua Gatot Kaca apa , disuruh terbang ke langit sono ! ! ! 

  Udah gila kali ya tuch operator 

anak alayyyyy mati muda


jenis - jenis galau


Jenis - jenis galau - Kata galau sudah sangat akrab di telinga anak muda yang gaul jaman sekarang. Kata galau sendiri bisa diibaratkan dengan sedih,bingung kesepian, putus-asa. Sebenarnya makna kata galau ada bergagai jenis. Penasaran?? nah, sobat pingingaul sudah menyajikan jenis-jenis galau tersebut, mari disimak.


1. GAMPANGAN
GAMPANGAN adalah singkatan dari GAlau Mencari PAsaNGAN. Galau jenis ini dikarenakan belum mendapat pasangan. Setiap kali mencoba berkenalan dan menjalin hubungan dengan orang baru, ujung-ujungnya selalu gagal. Padahal, maksud hati sih sudah ingin mengganti status Facebook menjadi 'in relationship. #SIGH
2. GABUNGAN
GABUNGAN adalah singkatan dari GAlau BUtuh pasaNGAN. Galau ini disebabkan belum mendapat pasangan dan sangat membutuhkan sekali pasangan untuk mengobati kegalauannya yang sangat akut. Alhasil, kegalauan ini menyebabkan sering ngejunk di social media, pagi, siang, sore dan malam. Ya nasib... ya nasib...
3. GARUT
GARUT adalah singkatan dari GAlau RUTin. Jenis ini menjadikan galau sebagai rutinitas sehari-harinya. Bisa dibilang 'Tiada hari tanpa galau' telah menjadi motto hidupnya. Semua status BBM, YM, WhatsApp, Twitter, Facebook isinya galau melulu. Kalau nggak mengcopy-paste lagu-lagu mellow, menulis emoticon sedih, atau curhat soal sang mantan.
4. GANTENG
GANTENG adalah singkatan dari GAlau di atas geNTENG. Galau jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan kegalauannya yaitu di atas genteng. Disarankan untuk tidak meniru galau jenis ini, karena pernah ada yang mencoba dan akhirnya nggak bisa turun (sukurin deh lu!).
5. GAJIAN
GAJIAN adalah singkatan dari GAlau uJIAN. Galau jenis ini terjadi pada saat sebelum, sedang dan setelah ujian. PERHATIAN:dapat menyebabkan kantuk berat saat mengerjakan ujian, komplikasi mata sembab keesokan paginya serta kepala pening karena banyak keluar air mata.
6. GATRA
GATRA adalah singkatan dari GAlau TRAgis. Galau jenis ini terjadi seakan-akan penderitanya telah mengalami tragedi yang sangat hebat. Padahal sih akibat dicuekin gebetan. Oh... capek deh...
7. GARING
GARING adalah singkatan dari GAlau RINGan. Gejala kegalauan jenis ini terjadi tidak begitu akut namun tetap saja menular. Terbukti pada teman-teman di Twitter, dan biasanya terjadi pada malam minggu. Nggak percaya? buktikan sendiri saja.
8. GANGSTER
GANGSTER adalah singkatan dari GAlau NGeneS TERus. Galau jenis ini sangat berbahaya karena tidak hanya menular namun juga dapat menyebabkan emosi.
9. GSM
GSM adalah singkatan dari Galau Setiap Malam. Galau jenis ini sama halnya dengan galau rutin namun waktunya lebih spesifik lagi yaitu pada malam hari.
10. GATOTKACA
GATOTKACA adalah singkatan dari GAlau meloTOTin muKA di kaCA. Galau jenis ini terjadi pada saat penderita sedang bercermin memandangi wajahnya (yang tampang pas-pasan).
 
Bagaimana sobat tergaul, sudah lebih tau kan apa saja jenis-jenis galau? kalian termasukyang mana? hehehe..

Misteri

Pages (10)123456 ►

Fenomina

Pages (10)123456 ►

Kesehatan

Pages (10)123456 ►
 

© Copyright kahfie.com 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.